Yang Terbaik Untuk Ibu

Apa yang bisa kita berikan untuk Ibu kita, seberapun besar hal itu, kita tak akan menyamai kasih sayangnya, Mungkin Puisi ini bisa sebagai kalimah yang tak akan bisa diungkapkan.

Cinta Itu Sederhana

Kadang kita terlalu berlebihan menanggapi cinta seolah bisa merubah kita menjadi dewa, dan sering juga terlalu menangisi jika sakit karenanya. Cinta tak pernah sesulit itu.

Tempat Terindah Wanita

Seharusnya mereka berada di sisi terhangat dunia.

Sujud-sujud untuk Cinta

Cinta tak jarang membuat kita salah arah, cinta kadang terlalu berlebihan berada dipuncak melebihi segalanya. Sejenak saja puisi ini mencoba mengajak untuk mensujudkan cinta dihadapanNya.

Wanita Tanpa Pilihan

Banyak yang menganggap mereka sebelah mata, puisi ini mencoba merambah sisi dari lubuk hati paling dalam dari wanita-wanita senja.

Saturday, 31 March 2012

WARNA CINTA


Warna Cinta

entah nampak seperti apa rasanya

si pasrah mengatakannya hambar
si sinting mengatakannya anjing
si riang mengatakannya bahagia
si duka mengatakannya nestapa
si munafik mengatakannya tak asyik
si bodoh mengatakannya buta
si gila mengatakannya gelora
si pelit mengatakannya buang duit
si kaya mengatakannya hura-hura
si idealis mengatakannya dosa
si nakal mengatakannya pemuas dahaga
si realistis mengatakannya tak percaya
si pengkhayal mengatakannya mimpi nyata

tapi sang bijaklah yang mengatakana ini cinta
betapapun kita suka ria
betapapun kita menderita
betapapun kita sengsara
itu tandanya bahwa cinta masih ada
dengan berbagai warna pemiliknya



puisi lainnya tinggal klik

ASA CINTAKU UNTUK AYAH



Asa Cintaku Untuk Ayah

kala senja sudah terlambat tiba
keringatmu tak surut jua
kelelahanmu masih juga tiada
meski tubuhmu telah putus asa
menahan beban kami sekeluarga
masih saja keras jiwamu
memecahkan keras hidup bak batu
menandu dunia yang bukan milikmu
memapah singgasana yang bukan untukmu
menuntun kami seolah kami rajamu
dudukkanlah sejenak badanmu
tak sanggup sudah tulang tulangmu
semakin tua semakin rapuh
ingin ku gantikan pikulanmu
tapi akankah aku sanggup
menggantikan setetes saja peluhmu
rebahkanlah sedetik saja bahumu
tak mampu lagi kulit kulitmu
menadah panas terik itu
ingin ku gantikan baharamu
tapi akan kah aku mampu
menyongsong mentari sepertimu



puisi lainnya tinggal klik

Friday, 30 March 2012

API KECIL CINTA


Api Kecil Cinta

Aku bukan putih dalam hitam
Aku bukan cahaya dalam gelap
Bahkan sering tampak suram
Dan senyum yang terancam

Aku tak menjadikanmu bidadariku
Aku tak mmbuatmu jadi sang dewi
sering kau jadi ladang amarahku
Menjadi korban sanubari tanpa empati

Tapi aku memang tak bisa berjanji
Melukis pelangi di matamu
Menabur bunga di taman hati
Bahkan menyejukkan jiwamu

Aku hanya punya api kecil
Trtiup angin yg tak adil
Tapi harapku itu
Menerangi dan menghangatkanmu





puisi terbaik lainya tinggal klik
puisi terbaru tinggal klik juga

HANYA BERBEDA


Hanya Berbeda

Aku terjaga dari mimpi yang tak sama.
Berjalan dalam realita berbeda
Salahkah?
Aku brlari diatas air beriak
Sambil letih ku teriak
Salahkah?
Aku hanya ingin brdiri tanpa kaki
Menggenggam tanpa jari
Salahkah?
Berakar lelap aku tak sadar
Rasa lain terasa hambar
Salahkah?
Aku ingin melukis dalam gelap
Dengan warna yang tak lengkap
Salahkah?
Bukan salah siapa

Hanya berbeda, hanya berbeda



puisi lainnya tinggal klik

Thursday, 29 March 2012

NEGERI MILIK BEDEBAH





Negeri Milik Bedebah

ketika banyak mata tertutup
nurani sudah tak berdegup
jiwa penguasa terlalu sampah
setan bingar yang memerintah

ketika rakyat panas terjerat
kenyang sudah dengan melarat
sang raja hanya licik berpendapat
membunuh dengan tipu muslihat

negeri ini sudah tak berarah
terbawa angin penuh darah
yang diatas tertawa terbahak
yang dibawah terinjak hingga beriak

negeri ini milik para bedebah
kaum sengsara sungguh parah
yang hina yang bertahta
yang melawan tinggal nama


Semoga negeri ku Indonesia tak seperti negeri dalam puisi ini. Amin

CINTA KU PELAJARI



Cinta Ku Pelajari

cintaku tak menerimamu apa adanya
tapi kubawa kau ke jalan cahaya
cintaku tak menerima apapun kamu
tapi kujadikan bak sang ratu

tak akan ku sayang kau begitu saja
karena cinta bukanlah senja
dikala penuh kekurangan
karena sayangku adalah kirana
sepenuh kepalan daya
yang bertahta kebaikan

tak akan kututupi gelapmu
karena pun aku bukan mentari
tapi dengan segera kau turut
bersamaku dibawah fajar menari
hingga cerah tak lagi surut

maaf, bukan aku terlalu angkuh
tapi inilah caraku
menyayangimu dengan tak acuh
tak kubiarkan nampak cacatmu
biar ku sulam hingga sembuh
dengan semua kasihku

cinta itu tak memperkenankan duri
tapi yang ikhlas membenahi
cintamu bukan yang akan ku miliki
tapi apa yang akan aku pelajari



Wednesday, 28 March 2012

PUISI UNTUK PUISI


Puisi Untuk Puisi

segumpal kata digenggam dalam keindahan
dirajut dalam nuansa bertautan
berbisik pada relung rohani
madah bernyawa dari hati
berwujud angin hangatnya api

secuil makna dari jagad raya
ditulis dengan kobaran jiwa
diatas kertas suci kehidupan
ditatap dengan penuh keelokan
membutakan mata yang melawan

setitik kata itu kini pergi
rapuh hampir tak bernyawa lagi
sang penyair tak lagi berambisi
dunia telah terlau gelap untuk puisi
tertanamlah sajak caci maki

tapi lilin syair itu belum mati
meski tergoyang saat berdiri
masih ada untaian jari jemari
yang ingin mernorehkan lagi
sedikit harapan yang mendaki
puisi untukmu puisi





puisi terbaik lainya tinggal klik
puisi terbaru tinggal klik juga

Tuesday, 27 March 2012

CINTA SUNYI


Cinta Sunyi

Aku tak akan mencintaimu dengan lebih
Tapi akan kucintai kau dengan lirih
Agar cintamu tak letih
Agar berjalanmu tak tertatih

Aku tak akan mencintaimu dengan terpuji
Tapi akan kucintai kau dengan sunyi
Agar kau tak terbang tinggi
Agar kau selalu berteduh di sisi

Aku tak mencintaimu dengan bangga
Tapi akan kucintai kau dengan sederhana
Agar waktu tak akan terasa
Agar dunia sirna pada kita

Aku tak akan mencintaimu sebab pahala atau dosa
Tapi akan kucintai kau dengan doa
Agar cinta bergaung seirama
Dan sampai pada Ridhonya




puisi terbaik lainya tinggal klik
puisi terbaru tinggal klik juga

BERANTAK


Berantak

Dunia ini sudah suram
Dosa kita membuatnya semakin kelam
Rasakan saja semakin retak
Urat hina panas tercetak

Dusta telah menjadi raja
Amanah meninggalkan singgasana
Peduli sudah terlalu basi
Congkaklah penimbun harga diri

Yang waras terdengar lirih
Berteriak keras namun merintih
Yang gila terus membahana
Menindas sambil tertawa

Tapi memang itulah dunia
Diam kita terjerat, melawan kita terbakar
Hanya dengan doa kita mampu terjaga
Dan harapan tak akan kehilangan akar

PADANG


Padang

ketika rerumputan bergoyang
dengan irama angin yang berdentang
gemuruh sungai halus mengalir
dan dedaunan tersapu bergilir
seraya bebukitan menunduk
dan ranting pohon saling merujuk
angin berhembus sekali lagi
menerbangkan hawa sejuk suci
awan-awan bergerak bergandengan
mengilhami padang dengan keteduhan
dan aneka bunga yang menyilaukan
angin pun masih berhembus
membawa janin benih yang tulus
hingga hijau semakin bertebaran
menampakkan binar keajaiban

padangpun menjadi bangsawan

SENJATA HATI



Senjata Hati

padamu kuberi kata sepatah
sebilah pisau lidah yang bertuah
bukan untuk membunuh yang pasrah
tapi untuk menegakkan benang basah
bagi hati yang berdarah bernanah

kuberikan kau sejumlah ilmu
sebilah pedang kalbu dari guru
bukan untuk mendesak musuh
tapi memberisihkan jiwa rusuh
dan nurani yang kian acuh

kuberi pula sepucuk ilham
sebilah tombak insan yang tajam
bukan untuk saling menghujat
tapi memberi sinar jiwa yang bejat
agar hilang noda dari urat

terakhir kuberi kau lilin
agar senjatamu tak terpilin
cahaya untuk saling menjalin
agar tak saling meleburkan
tapi ikhlas mengingatkan

Monday, 26 March 2012

HAMBA DARI SAFANA



Hamba dari Safana

Tak ada yang bisa kuberikan
Juga butir-butir berlian yang menghujani tamanmu
Bahkan sepucuk bunga dalam balutan wewangian
Atau sekedar mutiara kalimah dalam ucapan
Aku hanya hamba dari padang safana
Yang hanya bisa membawa angin sejuk sedang
Bersama hembus nafasku yang mendera
Berharap bunga tumbuh diantara ilalang
Dalam serak getir tanpa bara
Bagai tungku yang dingin membakar batu
Tanpa gemercik api menetes diatasnya
Biar jadi terkubur beraut batu
Sisa tenaga kubuang dibawah nisan
Sisa hati ini kujual untuk makan
Biar terjerat susah dalam gelisah
Biar terikat hidup dalam mati

EMBUN



embun

Jika sekecup embun bening
Menetes dan membiaskan pelangi
Maka dedaunanpun merasa hening
Dalam sayup-sayup bunga yang wangi
Surau dalam gesekan ranting-ranting
Sunyi dalam alunan angin yang berderai
Menikmati sebilas pandang dari cermin air
Nampak seperti awan yang mendesir
Dalam ribuan si calon hujan
Menyejuk hingga embun kembali berkilauan

BIMBANG




Bimbang

Terang gelapku dihilir gemuruh
Kelamku terbelalak tak menyentuh
Sisa puing-puing kuil yang runtuh
Berada di pintu yang mulai rapuh
Sejenak berdiri lalu bermimpi
Dalam buaian dewa-dewi
Termenung disentuhan jari-jari
Ditimang dalam nafas-nafas yang suci
Naik hati di puncak yang rindang
Menuai anggur sambil berdendang
Sejenak disuap dan disayang
Lalu diracun dan dibuang

SEMUA UNTUKMU


semua untukmu

jika nafas yang terhembus ini hanya da ketika bersamamu
aku rela tak bernafas tanpamu
jika kaki ini terbentuk hanya untuk menemanimu
aku rela lumpuh saat jauh darimu
jika mata ini terang hanya ketiika memandangmu
aku rela buta saat berpaling darimu
jika rindu ini hanya ada ketika saat kau jauh
aku rela menunggu jika kau tak kembali untukku
jika hati ini tercipta hanya untukmu
aku rela mati rasa pada selain dirimu
karena aku telah bersyukur atas segalanya
segala rasa yang tak pernah kurasa tanpamu
rasa yang sekejap kurasa lalu tiada

sejenak bahagia yang lalu terbelenggu

BONEKAMU




Bonekamu

Aku tak kan pernah mengeluh
Betapa pun cinta itu tak sungguh
Aku tak akan pernah merana
Meski aku hnya jadi sebuah boneka
Bahkan aku tetap bahagia
Meski aku tau telah terpedaya
Bahkan kurelakan cinta tulusku
Sebagai boneka permainanmu
Aku memang bodoh dan tak mengerti
Apa itu cinta sejati
Tapi saat melihatmu tertawa
Itulah yang kusebut cinta
Aku juga tak mau menyadari
Saat terakhir yang akan terjadi
Dimana kau akan puas dan membuangku
Bersama hati yang ikhlas mencintaimu





puisi terbaik lainya tinggal klik
puisi terbaru tinggal klik juga

Sunday, 25 March 2012

RISAU



Risau

aku tak tahu
aku ini batu
aku ingin retak
serang ku berteriak

namun aku lemah
terpendam dalam di tanah
langkah yang terekat
lidah yang tercekat

tapi aku juga bara
api hitam yang berkobar
diam menabur luka
bergerak panas membakar

aku ingin teriak
namun lirih dalam hati
iman melebur congkak
hidup dalam mati 






Catatan :
sejauh ini "Risau" yang tergambarkan dari kehidupan nyata penulis teridi dari 3 sekuel :
sekuel pertama Risau 
sekuel kedua Risau 2
sekuel ketiga Risau 3
silahkan klik masing-masing judul untuk membacanya. Trima Kasih.

GELORA



Gelora

Aku terpaku dalam dimensi kebigungan
Terjerat dalam ribuan jerami pilihan-pilihan
Berteriak tak terdengar diam dalam kebisingan
Melihat dalam kegelapan buta di keramain
Disini sendiri atau pergi berbekal caci maki
Termenung dengan pahala atau senang dengan dosa
Merima dengan tabah atau mencari dengan dengki
Bersila terjaga atau berlari dalam dusta
Haruskah...?
Aku berdiam melihat indah malamnya cinta
Melihat yang lain menikmatinya dengan gelora
Ataukah...?
Aku ikut kedalam mencicipi segala rasanya
Bahagiakan cinta ketika akhir akan tiba
Terlalu munafikkah diriku hingga menolaknya
Terlalu takutkah aku dengan dosa-dosa
Dosa atau pahala serta surga atau neraka
Juga sebuah pilihan yang juga diciptakanNya
Dan biarlah Ia yang memilihkannya dengan kuasa
Selama dalam ridhoNya
Akan kunikmati segala pilihanNya




puisi dari Cahaya Hitam Inspirasi 

Kau Dalam Hatiku




Kau Dalam Hatiku

Mungkin aku tak lagi di mimpimu
Bahkan sekedar melintasi anganmu
Kau menghapus jejak tapakan kenangan
Membunuh bekas pijakan kerinduan
Mungkin melupakanku adalah mimpimu
Mungkin membenciku adalah inginmu
Tapi betapa kau tak tau
Suram dan kelamnya hidupku
Tanpamu walau hanya dalam mimpiku
Sedikitpun aku tak akan melepasmu
Membiarkanmu menjauhi mimpiku
Sedikitpun aku tak akan merelakanmu
Menghilang dari mimpi-mimpiku
Walau aku tau akan kepedihan
Meski aku tau banyak rintihan
Karena bayang-bayangmu
Yang masih di hatiku


puisi dari Cahaya Hitam Inspirasi 





puisi terbaik lainya tinggal klik
puisi terbaru tinggal klik juga

UNTUKMU


Untukmu (yang Tak Pernah Kumiliki)

Saat mataku sudah tak dapat melihatmu
Aku akan merabamu dengan tanganku
Ketika tangan itu tak dapat menggenggammu
Rebahkan tubuhmu padaku
Jika tubuhku tak kuat lagi menahanmu
Ikutilah serak langkah kakiku
Bila kakiku tak mampu berjalan didepanmu
Aku akan menuntunmu dengan mulutku
Tapi saat mulutku terdiam membisu
Diam dan denganrlah suara hatiku
Jika kau tak lagi mendengar suara hatiku
Dekaplah tubuhku yang membujur kaku
Rasakan hembusan nafas-nafas tersisaku
Tutuplah kedua mataku
Biarkan kunikmati
Saat terakhir yang kunanti
Bersama cinta yang telah pergi
Cinta yang tak pernah kumiliki




puisi dari Cahaya Hitam Inspirasi